dengung yang bergema dalam kepalaku ini, tak dapat lagi tak ku acuhkan.
mungkin ini semua memang salah,
mungkin.
memang.
rumitnya takdir bila dibalut perasaan,
semakin rumit, aku jadi tak tahan.
ingin aku berhenti saja, sudah, sudahi saja semuanya.
namun aku tak mau, bukan tak bisa, tapi tak ingin.
mungkin belum,
tapi akan.
ah andai semuanya semudah itu,
cerita-cerita dalam buku-buku
akan ku curangi lembaran halaman disana,
untuk mengintip akhir cerita.
andai hidup bisa kucurangi,
tanpa perlu ku arungi bersama derita.
-november, 2016. pasca 411.
Tuesday, November 8, 2016
Saturday, November 5, 2016
dalam kepala perempuan itu, semua berteriak:
"BENCI SAJA KEPADANYA!"
"DENGKI!"
"TAK USAH KAU PEDULIKAN HATI NURANI!"
"MAU SAMPAI KAPAN KAU DIINJAK-INJAK?"
"DULU DIA TELAH BERBUAT JAHAT KEPADAMU!"
"BENCI SAJA!"
"BENCI!"
begitu kuat suara-suara tersebut, hingga ia lupa mendengar suaranya sendiri.
sejenak dalam sepi, dia mendengarkan nuraninya.
sejenak yang lain, dalam jangka yang lebih lama, dia mendengar mereka.
sulit ternyata bertahan sendiri,
ketika hati tak lagi suci,
dan suara-suara lain mulai merasuki.
November, 2016.
"BENCI SAJA KEPADANYA!"
"DENGKI!"
"TAK USAH KAU PEDULIKAN HATI NURANI!"
"MAU SAMPAI KAPAN KAU DIINJAK-INJAK?"
"DULU DIA TELAH BERBUAT JAHAT KEPADAMU!"
"BENCI SAJA!"
"BENCI!"
begitu kuat suara-suara tersebut, hingga ia lupa mendengar suaranya sendiri.
sejenak dalam sepi, dia mendengarkan nuraninya.
sejenak yang lain, dalam jangka yang lebih lama, dia mendengar mereka.
sulit ternyata bertahan sendiri,
ketika hati tak lagi suci,
dan suara-suara lain mulai merasuki.
November, 2016.
Friday, November 4, 2016
semua suara dalam kepalanya,
seolah memaksanya untuk berpindah.
agar langkahnya tak sia-sia.
ingin, dia kesana
menuju arah yang pasti,
terbang bersama angin,
membawa cerita-cerita yang bermodalkan tawa,
menghapus semua duka, gundah, gulana
namun ia tak tahu,
kemana arah yang pasti.
harus berbuat apa, harus bagaimana.
membuat rencana pun ia tak sanggup.
karena hatinya masih terbagi,
oleh pikiran-pikiran yang tak pasti.
semua aspek kehidupannya tak pasti.
hidupnya,
matinya,
tak pasti.
seolah memaksanya untuk berpindah.
agar langkahnya tak sia-sia.
ingin, dia kesana
menuju arah yang pasti,
terbang bersama angin,
membawa cerita-cerita yang bermodalkan tawa,
menghapus semua duka, gundah, gulana
namun ia tak tahu,
kemana arah yang pasti.
harus berbuat apa, harus bagaimana.
membuat rencana pun ia tak sanggup.
karena hatinya masih terbagi,
oleh pikiran-pikiran yang tak pasti.
semua aspek kehidupannya tak pasti.
hidupnya,
matinya,
tak pasti.
Subscribe to:
Posts (Atom)