Wednesday, June 10, 2015

Angel

I made this for an angel that has returned to heaven.

Delapan angan tertiup jauh
Menembus dalam kelamnya peluh
Angin hitam bertiup merdu
Mengundang malam datang beradu

"Ssst.." kata Ibu
Tidurlah, menembus kalbu
Yang tersayang tak akan hilang
Walau masa telah menjelang

"Sayang.." mereka bilang
Tidurlah, malam telah datang
Lalu cinta hadir ketika pergi
Menunggu pagi bersama mimpi

Sanubari gundah gulana
Mungkin sukma telah merana
Melihat cinta indah jelita
Tak lagi dapat mengundang cita

Delapan angan terbang melayang
Menembus langit tiada terang
Mengajak bintang yang hilang jalan
Untuk kembali ke peraduan

Kemudian malam pun berkata:
Sudah lama aku menderita
Melukai duka tanpa bahagia
Sekarang waktunya malaikat pergi
Terlalu indah di bumi ini

H,2015.

Tuesday, June 9, 2015

Waking up while asleep

I lie on my bed and open my eyes
The room ceiling greet me so nice
And the mildew that it has raised
Has become bigger, not normal size

I spin around and see the windows
The dusty dust, has become kilos
And what is it, a dirty fellows?
Has 8 foot on each, a black widows?!

I think I might have losing my mind
The upcoming world would send a sign
And from beginning I wasn't kind
Have I really losing my mind?

So I stare alone in the middle of the night
Seeing something without any flash of light
Kind of dreaming if I was right
No it wasn't dream, it was a fight

The raindrops sounds really noisy
Like a tux man seems so busy
I try to whistle, not too loudly
Oh look at him, catch the hurry

I'm a loner, among lonely
Try to whisper something silly
Close it! Said myself to me
I wont. Said the thing to me


Monday, June 8, 2015

Compare

I have my life on the basic
Keep thinking like it is classic
Being nice because it's fantastic
Knowing that everyone is plastic

Rolling, rolling, said the neighbor
Hold up your soul, said the sailor
What size are we, said the tailor
Long time no see, said the bachelor

Oh, I forget how nice you were
Since we met, the day you took a shower
Can you believe we're talking for hour?
Like how do sugar become so sour?

Singing, singing, said the dancer
Don't lose your mind, said the keeper
I'm a howler, said the mother
See my beauty, said the flower

Maybe I wasn't a barbie
Like I am, it isn't wasn't
Look at she, so unbelievable
A beautiful, princess's dreams

Sunday, June 7, 2015

Loveable

Darling darling darling
Have you seen what your ears bring
An enormous beautiful ring
It makes you fly, even without wings

Darling darling darling
What are you recently thinking
By the time you have been dreaming
A wild sea, the waves are screaming

I'm holding up the roses you got
The paper you cut, thrown in half
The ink disappear, not wanting any fear
Almost crumble, shades in water

Darling darling darling
Have you heard your eyes been talking
A pleasant, but still disgusting
Come closer, my tiny little thing.

H,2015.



Dear Friends

Dear, dear friends
Or sometimes I called you my fans
But I admit that I'm too, your fans

It's been years since we've been in this space
Living unhappy with a smiley face
Burried the tears for just in case
Telling a no for a complete yes

One time I tell myself
To not calling people my best
Cause anything that have been best
Would become worst for the rest

Tonight I recall my memories
How come we made stories
Or how you wipe my worries
It turned out you're sweet as strawberries

We may have decades to build a century
We may meet many people to be our story
But the greatest decades don't come in hurry
Like all people we love slowly

H,2015.





Wednesday, June 3, 2015

Kamu, dari A sampai Z

Andai saat itu ketika kamu tersenyum, dapat kusimpan untuk diriku sendiri tanpa kubagi dengan yang lain. Namun dunia bukan milikku, bahkan bukan milik kita. Hatiku pun terlalu egois untuk membaginya dengan otakku. Seolah senyummu hanya dapat kurasa, bukan kuingat.
Bila dapat kuputar waktu, mungkin akan tetap kubiarkan berlalu. Karena kebodohanku membuatku ingin tahu apalagi yang dapat kurasakan darimu.
Cantik, bukan itu definisiku. Aku bagaikan duri dalam bunga, biji dalam buah. Berguna tapi tidak diharapkan. Apa kamu bahkan ingat wajahku?
Dusta yang selalu kuumbar saat berada di dekatmu: seolah tidak peduli dengan keberadaanmu. Seolah tidak sadar dengan keabsenan kamu. Semua itu dusta! Aku bahkan sadar saat jam tanganmu tidak ada.
Entah untuk berapa lama semua itu kupendam. Diriku sendiripun bertanya-tanya, bagaimana bisa menahan rasa selama itu? Bagaimana bisa berdiri walaupun tahu nantinya akan pergi?
Film-film romantis yang kutonton semua membuatku muak. Tidak ada kisah dongeng dalam dunia nyata.
Gelisahku saat tahu kamu mendekati temanku, masih terbayang jelas dalam pikiranku. Bahkan aku masih bisa merasakannya. Dari semuanya yang kamu dekati, aku sama sekali tidak masuk daftarmu?
Haha. Hilangkan saja aku dari dunia.
Ingin rasanya kukeluarkan semua perasaan ini, dan kulemparkan ke wajahmu sampai kau terjengkang ke belakang. Biar kamu tahu bagaimana sakitnya.
Jatuh hati. Sekarang aku tahu mengapa dikatakan demikian. Hatimu terjatuh di hati seseorang, namun dia tidak memberikan hatinya sebagai balasan. Kemudian hatimu terluka. Jatuh membuatmu terluka.
Kasihan.
Lama sekali kupulihkan luka ini. Bahkan sekarang pun aku tak tahu bagaimana kondisi lukaku ini. Entah masih basah atau sudah kering.
Matakupun sudah lelah mengeluarkan air yang membuatnya bengkak. Ada kalanya aku merasa seperti keran air.
Nanti pasti aku bisa...lepas dari semua ini.
Orang bilang cinta itu indah, seolah mereka lupa ini dunia nyata.
Pertama-tama, aku harus menyeimbangkan pikiran dan perasaanku. Agar tidak ada lagi diantara keduanya yang terluka.
Quotes tentang cinta kutelan bulat-bulat hingga membuatku muntah air mata. Sedikit menyadarkanku bahwa aku hidup dalam realita.
Renungkan aku sekali saja dalam pikiranmu? Tentu saja tidak.
Sudah, sudah, sudah. Sudahi semua ini, kataku pada diriku.
Terlanjur memang, tapi mau bagaimana lagi? Mulai sekarang, aku harus lebih mengedepankan logika.
Untuk apa mencintai bila tidak dicintai?
Virtual: (secara) nyata (adjektiva). ; bukan aku dan kamu.
Waktu akan terus berlalu, perlahan akan kurelakan wajahmu.
X. Aku bagimu seperti x dalam alfabet Bahasa Indonesia. Ada, tapi tak ada.
Yang....mungkin tidak akan pernah kudengar darimu.
Zat. Kita ini adalah zat-zat. Dua insan yang berbeda, namun dari zat yang sama. Namun sekaranglah aku harus sadar, bahwa tidak peduli seberapa dekatnya kita, kita memang tidak untuk bersama. Aku adalah aku, yang akan selalu melihat kamu sebagai kamu.

Thursday, April 23, 2015

Waktu yang Sangat Kacau

Kutemukan diriku dalam keabadian
Terjebak dan terkekang bersama kenistaan
Andai bukit waktu tidak berlalu
Akan kutemukan dirimu untukku

Kemudian berlari kita dalam nostalgia
Menembus jangkar kapal cakrawala
Terbang berangan bersama cinta
Tanpa dusta antara kita

Ingatkah kau di kala senja
Sebelum malam menunjukkan keagungannya
Di bawah sinar bulan purnama
Diantara mentari yang menjingga

Aku hidup bersama goresan pena
Mencari kepastian yang tidak ada
Meninggalkan derita dalam cinta
Tiada lagi siapa-siapa

H,2015.