Sunday, March 6, 2016

namun, jangan salah.
waktu pun bisa aku kecoh.
menjadi ruas-ruas dusta.
bersama lidah yang tak pernah mengering ini.
aku persembahkan,
irama tanpa nada,
sebuah tawa tanpa bahagia,
yang selalu kubalut luka.
tak seharusnya aku meninggalkanmu disana, bukan?
dalam ruangan tak ber ruang itu.
namun kau masih juga membisu.
meneriakan amarahmu dalam kelu.
kelu...kelu yang tak beradu.

tidak, tidak, tidak seharusnya kita disana.
dalam diammu saja, sudah kudengar kau membisu.
tidak, tidak, tak seharusnya kau tertawa.
dalam tawamu saja, tak kudengar sedikit bahagia.

sudah kubilang.
tak seharusnya kita disana.

maafkan aku.
untuk apa kau memaksa bahagia?
riak-riak air berkerumunan, berebut untuk ditanya.
"darimana datangnya kalian?" teriak si penjual air mineral.
"darimana asalnya kalian?" teriak si pencari ilmu pengetahuan.
"kemana kalian pergi?" bisik seorang bocah kehausan.
terang saja orang-orang bungkam.
ternyata kau paksa mereka berbicara.

mungkin, saat-saat ini harusnya aku berbisik.
atau berteriak sekalian.
atau malah bungkam.

mungkin, petikan gitarmu tak akan kembali hilir mudik.
dalam nada-nada tak bertuan.
aku ingin sekali menjadi senar gitarmu.
yang kau petik tanpa henti.
hingga jemarimu berubah kaku.
dan masih belum lelah kau petik kembali.


ketika kalimat tersebut terbaring di dalam kereta,
aku tahu harusnya aku berdusta saja.

angin-angin senja bertiupan saling berbisik. menghantarkan keheningan menjadi kicauan burung pipit.
"aku tidak seharusnya pergi," katanya menatapku gelisah.
tanganku masih kugenggam rapat dalam jemarinya.
"memang." mataku berubah sayu, menerka waktu yang tak akan dapat dirayu.
"tidak..." suaranya masih bergetar, mengingatkanku pada dendang berita malam.

"lalu untuk apa kau terdiam disana, bila tak akan pergi juga?"
like when the clouds cuddled the sky
"is it time already? is it 5 pm already?" says it with that sad expression upon it's face.
"you don't have to go if you don't want to," the sky whispered to the cloud's ear.

"if we really have to be apart," the clouds murmured,
"you should not leave me by my side." the sky finished.